Lansia akan mengalami kemunduran fisik dan psikologis. Kemunduran ini yang terlihat pada lansia ditandai dengan berkurangnya kapasitas berpikir abstrak, serta tantangan dalam memperoleh pengetahuan baru dan membuat penilaian. Kemunduran psikologis pada lansia menyebabkan perubahan dalam kepribadian dan perilaku mereka, yang berpotensi menghasilkan masalah pada lansia. Masalah kognitif sering terlihat pada lansia. Gangguan kognitif menyebabkan kurangnya kapasitas untuk melakukan tugas sehari-hari, sehingga mengakibatkan ketergantungan penuh pada bantuan orang lain bagi lansia. Lansia mengalami penurunan fungsi kognitif, yang mengakibatkan persepsi, respons sensorik dan motorik yang lebih buruk, serta lebih sedikitnya reseptor proprioseptif di sistem saraf pusat. Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada kelainan postural. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat keseimbangan dinamis pada lansia yang bertempat tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini difokuskan pada kelompok yang terdiri dari 30 orang lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini menggunakan strategi pengambilan sampel non-probabilistik, yaitu teknik sampel purposif. Untuk mengukur fungsi kognitif pada lansia, penelitian ini memanfaatkan Mini Mental State Examination (MMSE). Alat lain untuk mengukur keseimbangan dinamis pada lansia adalah Time Up and Go-Test (TUG). Selain itu, pengolahan data menggunakan Fischer's Exact Test. Perolehan dari uji Fisher’s exact test ini menghasilkan p-value sebesar 0,033 < 0.05. Berdasarkan uji yang telah dilakukan peneliti dapat menyimpulkan bahwa adanya hubungan antara keseimbangan dinamis dengan fungsi kognitif pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah.
Copyrights © 2024