Studi ini mengeksplorasi komunikasi lintas budaya dalam konteks majelis Padhang Mbulan, sebuah pertemuan budaya bulanan yang terjadi setiap bulan purnama. Menggunakan Teori Daya Guna Komunikasi (Communication Resourcefulness Theory, CRT), penelitian ini menerapkan metode kualitatif, khususnya observasi dan wawancara, untuk menganalisis interaksi antar peserta dari latar belakang budaya yang beragam. Temuan menunjukkan bahwa interaksi tersebut tidak hanya memfasilitasi pengurangan ketidakpastian di antara orang asing tetapi juga mendorong munculnya gaya komunikasi budaya unik di antara jemaah Maiyah. Gaya ini mencakup ritus sosial tertentu seperti menanyakan kabar dan membahas konten intelektual bersama. Studi ini menyoroti peran forum budaya dalam menjembatani perbedaan budaya dan meningkatkan pemahaman bersama.
Copyrights © 2024