Penelitian ini mengkaji bingkai berita mengenai elektabilitas kandidat pemilihan presiden tahun 2024 oleh dua platform media online terkemuka, menggunakan metode kualitatif deskriptif dan model analisis framing yang diusulkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Dengan menganalisis 10 judul berita dari media pertama dan 8 dari media kedua, yang mencakup periode Januari hingga April 2023, penelitian ini mengungkap bahwa kedua platform terutama berfokus pada hasil survei elektabilitas. Namun, terdapat perbedaan dalam pendekatan jurnalistik mereka: platform kedua lebih mengikuti pelaporan faktual, menyajikan analisis yang tajam dan bermakna, serta memudahkan akses gratis terhadap laporannya, yang meningkatkan keterlibatan pembaca. Sebaliknya, platform pertama hanya memiliki kehadiran online dan sangat bergantung pada iklan, yang mempengaruhi konten redaksionalnya. Temuan ini menekankan peran penting framing media dalam membentuk persepsi publik terhadap kelayakan kandidat, mengusulkan implikasi untuk literasi media dan perilaku pemilih.
Copyrights © 2024