Tren freelancing atau bekerja secara lepas di Indonesia terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Hal ini dikarenakan tempat kerja, fleksibilitas waktu kerja, dan generasi muda yang ingin memiliki pekerjaan bermakna bagi dirinya. Berdasarkan penelusuran penulis, di Kabupaten Kuningan terdapat kurang-lebih 50 pekerja lepas di bidang ilustrasi yang menggantungkan hidupnya lewat pekerjaan menggambar ilustrasi. Beberapa di antaranya sudah menjalani profesi tersebut bertahun-tahun, sisanya rata-rata telah aktif bekerja kurang dari 5 tahun. Angka di atas tidak termasuk para ilustrator pemula yang belum lama aktif berkarya. Melalui fleksibilitas kerja yang dimiliki freelance illustrator memungkinkan mereka menerima pekerjaan baik dari dalam maupun luar negeri. Pekerjaan tersebut dapat datang melalui sosial media maupun platform tertentu yang menghubungkan antara pekerja lepas dengan klien/perusahaan. Dengan skema tersebut menuntut para freelance illustrator memiliki daya tawar yang baik untuk menarik calon klien mereka, salah satunya melalui portofolio. Pada kenyataannya, di Kabupaten Kuningan masih banyak yang belum menyadari itu dan belum memiliki portofolio yang dikemas secara baik. Berkenaan dengan itu maka perlu sebuah upaya dalam mewujudkan hal tersebut, salah satunya melalui pelatihan dan praktik langsung (worskhop). PkM ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan freelance illustrator di Kabupaten Kuningan dalam merancang portofolio sebagai salah satu daya tarik atas jasa yang ditawarkan. PkM ini dilaksanakan selama dua hari, dengan cara memberikan materi tentang portofolio ilustrasi serta mempraktikkannya, Pelatihan ini mendapat antusiasme dan respon yang baik dari peserta sehingga hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan peserta dalam merancang portofolio karya ilustrasi untuk menunjang promosi jasa yang hendak ditawarkan.
Copyrights © 2024