Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses pembelajaran matematika menggunakan pendekatan MEAs; menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan pendekatan MEAs; dan menganalisis ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar menggunakan pendekatan MEAs dan pembelajaran konvensional. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas VIII4 (eksperimen 1) dan VIII3 (eksperimen 2). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis deskriptif dan Teknik analisis inferensial. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan: (1) Proses pembelajaran matematika pada kelas eksperimen 1 tergolong baik, dengan rata-rata presentase keterlaksanaan pembelajaran 70.2% (2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen 1 memiliki nilai minimum 37; nilai maksimum 97; rata-rata 60.21 (4) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen 2 memiliki nilai minimum 30; nilai maksimum 78; rata-rata 50,18 (5) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan pendekatan MEAs lebih baik daripada diajar dengan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2024