Pedagang kaki lima,yang asalnya tingkat perekonomian masyarakat itu rendah kini mengalami perubahan, perekonomian mereka semakin memburuk dan kebutuhan hidup nya sehari-hari semakin meningkat, dengan adanya pandemi ini semua kegiatan aktivitas penjualan para pedagang kaki lima mengalami penurunan membuat pedagang lemang berada di situasi dilematis dan harus memutar otak untuk mencari cara maupun strategi untuk dapat bertahan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi bertahan hidup pedagang lemang pada masa pandemi di kota Tebing Tinggi kecamatan Rambutan. Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian dan pengamatan terhadap subjek penelitian ditemukan fakta bahwa: (1) Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak terhadap pedagang lemang di Kecamatan Rambutan. (2) Pedagang lemang Kecamatan Rambutan menggunakan 3 strategi bertahan hidup dimasa pamdemi Covid-19 yaitu: (a) Strategi aktif yaitu dengan mengikutsertakan anggota keluarga dan melakukan diversifikasi pekerjaan, (b) . Strategi pasif yaitu mengurangi pengeluaran dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang dengan makan seadanya seperti mengonsumi mi instan, tahu, tempe dan telur, (c) Strategi jaringan yaitu dengan berhutang kepada agen, keluarga dan sahabat saat dalam kondisi mendesak yang membutuhkan uang. Â
Copyrights © 2023