Penyebaran budaya Korean Wave masif terjadi akhir-akhir ini. Hal ini tentunya memberikan pengaruh dari berbagai hal segi kehidupan terutama terkait perkembangan di kalangan remaja. Salah satunya terjadi negative labelling bagi remaja penggemar Korean Wave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif kebermaknaan hidup remaja akhir terkait pengalamannya mengenai negative labeling. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif berjenis studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakkan wawancara. Subjek penelitian merupakan dua orang remaja akhir yang beridentitas diri sebagai fans club idol Kpop. Hasil menunjukkan bahwa keduanya memiliki pemaknaan yang positif dari hasil pengalaman realitasnya bahwa hidupnya tidak tergantung pada hidup orang yang memberikan negative labelling. Sehingga mereka menjadikan negative labelling sebagai media introspeksi dan peringatan agar tidak down secara psikis dan selektif dalam memilih teman baik itu yang menjatuhkan ataupun yang mendukung mereka dalam mencapai tujuan hidupnya. Didapat juga penyikapan-penyikapan mereka menunjukkan ciri-ciri perkembangan masa remaja akhir yaitu terkait perkembangan emosi yang stabil, perkembangan kognitif operasional formal, pengaturan diri yang baik dan identitas diri yang kuat.
Copyrights © 2022