Selama pandemi COVID-19 fenomena self diagnose banyak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari self diagnose terhadap kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berjenis fenomenologi dengan mengambil data secara daring melalui kuesioner dan wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah empat mahasiswa Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Teknik analisis data menggunakan IPA atau Interpretative Phenomenological Analysis untuk meneliti bagaimana responden menggambarkan dan memaknai pengalamannya dalam melakukan self diagnose. Hasilnya, tiga dari empat responden menyatakan bahwa self diagnose memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan mental seperti kecemasan berlebih, takut terhadap hal yang belum tentu terjadi, tertekan dan stres. Hal tersebut mengganggu responden dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2022