Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan logam mulia emas dan cryptocurrency bitcoin untuk berperan sebagai aset safe haven bagi pasar saham di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Dinamic Conditional Correlation-Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (DCC-GARCH) untuk menguji hubungan antara emas dan bitcoin terhadap pasar saham. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang terdiri dari 1.343 observasi harian dari harga penutupan saham (IHSG), emas dan juga bitcoin. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa koefisien korelasi emas dan saham bernilai negatif pada kuantil 10% dan bitcoin menunjukan koefisien koreasi yang bernilai negatif pada kuantil 5%, sedangkan pada kuantil lainnya koefisien korelasi bernilai positif untuk kedua aset tersebut. Hasil ini menunjukan jika emas dan bitcoin hanya berperan sebagai sebagai aset safe haven bagi saham pada kondisi pasar tertentu saja. Selain itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa, ketika terjadinya volatilitas pasar ekstrim seperti pandemi COVID-19, emas dan bitcoin tidak dapat berperan sebagai aset safe haven bagi pasar saham.
Copyrights © 2024