Mencintai kebenaran merupakan sifat hakiki manusia sebagai pengemban amanah penemu, pengembang, penjelas, serta penyampai nilai nilai kebenaran. Kebenaran merupakan nilai utama dalam kehidupan manusia, dimana martabat kemanusiaannya akan terjamin kemartabatannya takkala nilai kebenaran dipegang teguh. Manusia merupakan mahluk yang setiap saat mencari kebenaran karena jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, maka sifat asasinya terdorong pula untuk melaksanakan kebenaran itu. Jika tidak demikian, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spikologis. Kebenaran perspektif filsafat ilmu oleh ilmuan memiliki tafsiran beragam sehingga tidak setiap ilmuan memiliki pandangan yang tepat sama dengan ilmuan lainnya, namun hal ini bukanlah suatu problematika karena justru dari perbedaan pendapat akan memberikan peluang untuk memajukan garis depan daerah ketahuan jauh kedalam daerah ketidak tahuannya, tulisan ini diharapkan dapat menjadi landasan awal dalam melahirkan karya yang selalu menjunjung tinggi nilai kebenaran karena tidak ada jalan lain menuju pemuasan batin kecuali bersamanya. Diawal dibahas mendalam tentang hakekat manusia dan kebenaran diikuti dengan pembahasan tentang berilmu beramal ilmiah ciri manusia berpikir benar, yang merinci persoalan berpikir logis dengan mencitai kebenaran, ketahuilah dengan sadar yang dikerjakan, ketahuilah dengan sadar yang dikatakan, need distingsi dan klasifikasi semestinya, mencintailah ketepatan definisi mengetahui denga sadar kenapa menyimpulkan, hindari kesalahan dengan segenap jiwa, dilanjutkan dengan konsep kebenaran, tingakatan kebenaran dan unsur kebenaran diakhiri dengan sandaran filosof kepada 3 cara untuk menguji kebenaran, yaitu koresponden, teori koherensi atau konsistensi, dan teori pragmatis. Kata Kunci: Kebenaran,Filsafat Ilmu,Karya Ilmiah
Copyrights © 2024