Tinea kapitis adalah infeksi jamur pada rambut dan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak hingga masa prepubertas. Data mengenai tinea kapitis belum tersedia secara menyeluruh di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang angka kejadian dan karakteristik tinea kapitis, khususnya di daerah Jawa Barat. Penelitian ini merupakan suatu penelitian retrospektif potong lintang yang disajikan secara deskriptif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien di Klinik Dermatologi Infeksi Poliklinik Dermatologi dan Venereologi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung.Dari hasil penelitian ini didapatkan 67 pasien tinea kapitis dari 617 pasien dermatomikosis di RSUP Dr. Hasan Sadikin tahun 2016−2020. Jenis tinea kapitis yang ditemukan ialah tipe gray patch (56,7%), kerion (20,9%), black dot (4,5%), favus (3%) dan pasien yang tidak diketahui jenis tinea kapitisnya (14,9%). Kejadian pada laki-laki hamper sama dengan perempuan dan paling banyak terjadi pada kelompok usia 5−9 (35,8%) tahun. Pemeriksaan lampu Wood dilakukan pada 44 pasien, didapatkan hasil flouresensi kuning kehijauan sebesar 50,7%. Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan hasil paling banyak berupa comma hairs dan broken hair. Pemeriksaan langsung dengan larutan KOH 10−20% menunjukkan hasil positif sebesar 79,1%. Data kultur yang didapatkan dari 18 pasien., M. canis sebagai penyebab terbanyak (94 %). Kesimpulan pada penelitian ini, jenis tinea kapitis yang paling sering ditemukan adalah tipe gray patch, lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 5–9 tahun, dan riwayat kontak dengan hewan. Pendekatan secara laboratorium dilakukan sehingga mendukung dalam penegakan diagnosis tinea kapitis.
Copyrights © 2022