Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi didapat, umumnya terdapat pada wajah. Manifestasi klinis dari melasma dapat dinilai menggunakan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI). Penentuan lesi melasma juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Janus II facial analysis system. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mMASI dengan warna kulit, pori, dan kerut pada wajah dengan menggunakan Janus II facial analysis system. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang pada subjek berusia 20-50 tahun, dengan lesi melasma pada daerah wajah. Pengukuran derajat keparahan menggunakan skor mMASI dan Janus II facial analysis system. Hubungan antara melasma berdasarkan mMASI dengan warna kulit, pori, dan kerut wajah dinilai dengan korelasi bivariat. Pada penelitian ini, mMASI memiliki korelasi yang lemah terhadap pori (r=0,377) dan kerut (r=0,323) dan keduanya signifikan secara statistik (p=0,008 dan p=0,025 secara berurutan). mMASI memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap warna kulit dan tidak signifikan secara statistik (r=0,045, p=0,761) Penilaian melasma dengan skor mMASI memiliki korelasi bermakna terhadap pori dan kerut. Walaupun korelasi lemah, namun hal ini menunjukkan signifikan secara statistik
Copyrights © 2022