Pendahuluan: Hiperpigmentasi periorbital (HPO) merupakan kondisi yang mengganggu secara kosme- tik, ditandai dengan pigmentasi yang terutama pada kelopak mata bagian bawah. Hiperpigmentasi periorbital sulit untuk diobati dan terbatasnya pilihan terapi yang dapat diandalkan karena patogenesis dan etiologinya yang kompleks. Ilustrasi Kasus: Kami melaporkan dua orang wanita dengan hiperpigmentasi infraorbital yang diterapi dengan kombinasi polideoksiribonukleotida (PDRN), asam hialuronat cross-linked, dan glu- tathione melalui injeksi intradermal di area infraorbital kanan dan aplikasi menggunakan microneedling di area infraorbital kiri, total dua sesi perawatan dengan interval satu minggu. Diskusi: Pengobatan HPO ha- rus dimodifikasi sesuai dengan etiologinya, seperti pigmentasi, vaskular, perubahan kulit, dan tipe campuran. Polideoksiribonukleotida menyebabkan induksi dari sekresi faktor pertumbuhan, sitokin anti-inflamasi, per- baikan jaringan, penyembuhan luka, dan anti-melanogenik. Asam hialuronat cross-linked bekerja sebagai an- tioksidan, pelembab, penginduksi kolagen, dan biomaterial untuk penyembuhan luka. Sedangkan glutathione merupakan bahan pencerah kulit yang bekerja dengan mengurangi produksi melanin, sebagai antioksidan, dan anti-keriput. Kesimpulan: Kombinasi PDRN, asam hialuronat cross-linked, dan glutathione efektif mengobati HPO tipe pigmentasi. Penggunaan injeksi intradermal dan aplikasi jarum mikro sama efektifnya dengan peng- hantaran obat intradermal.
Copyrights © 2023