Kemampuan komunikasi matematis siswa sangat dibutuhkan pada pembelajaran matematika.Kemampuan komunikasi yang rendah dapat menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan matematika khususnya di soal cerita.Penelitian ini menguraikan kesalahan siswa dalam menuntaskan soal tes komunikasi matematis secara tertulis. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif untuk memaparkan secara jelas, teperinci dan menyeluruh deskripsi level kemampuan komunikasi matematis siswa dengan mengacu pada teori Pirie-Kieren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan komunikasi matematis siswa yang mengalami folding back ketika menyelesaikan soal cerita materi bilangan berdasarkan teori Pirie-Kieren. Siswa dengan kemampuan tinggi mengomunikasikan folding back-nya dengan efektif, jelas dan disertai alasan yang logis serta menuliskan respons hasil folding back-nya dengan benar dan terurut. Sedangkan siswa yang berkemampuan pada rata-rata mengalami folding back setelah ditemukan intervensi.Namun, siswa yang mengomunikasikan hasil folding back dengan jelas dan terurut, kadang masih terdapat kesalahan pada solusi akhir jawabannya.Hasil analisis ini ditemukan bahwa terdapat kesamaan dalam kemampuan komunikasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita materi bilangan, yaitu dimulai dari tahap image making, bergerak menuju image having, selanjutnya berkembang pada tahap property noticing sampai pada tahap formalizing. Perbedaannya hanya terletak pada proses folding back.
Copyrights © 2021