Fakta pembelajaran yang menunjukkan bahwa di TK Kristen Kota Palopo terdapat sekitar 50% atau 14 dari 28 anak memiliki keterampilan motorik halus yang rendah. Sehingga diupayakan sebuah penelitian tindakan Model Kemmis and Taggart melalui 4 tahapan penerapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Hasil analisis data menunjukkan, pada siklus I skor keterampilan motorik halus anak sebesar 14,03 dengan status ketuntasan yaitu “tidak tuntasâ€. Jumlah anak yang tuntas yaitu hanya sekitar 11 orang sementara yang tidak tuntas yaitu 17 orang. Prosentase ketuntasan klasikal hanya mampu mencapai 39%. Skor tersebut mengalami peningkatan pada siklus II yaitu menjadi 18,40 dengan status “tuntasâ€. Dalam hal ini, 26 anak sudah tuntas sementara hanya 2 saja yang tidak tuntas. Sehingga atas capaian ini maka prosentase ketuntasan klasikal sudah mampu mencapai 93%. Torehan skor tersebut menjadi dasar bahwa kegiatan menggunting kertas mengikuti pola tertentu dapat meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak Kelompok B TK Kristen Kota Palopo.
Copyrights © 2020