Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yang sebagian besar disebabkan oleh komplikasi selama kehamilan, termasuk hipertensi. Pengobatan hipertensi pada ibu hamil bertujuan untuk mengontrol tekanan darah tanpa membahayakan kesehatan janin. Namun, biaya pengobatan hipertensi cenderung tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian farmakoekonomi untuk membandingkan efektivitas biaya obat antihipertensi yang umum digunakan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data retrospektif dari pasien ibu hamil penderita hipertensi yang dirawat jalan di RSUD Bandung Kiwari. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok pengobatan: dopamet (metildopa 250 mg), nifedipin 10 mg, dan adalat oros (nifedipin 30 mg). Analisis minimalisasi biaya (AMiB) digunakan untuk membandingkan biaya rata-rata per pasien dari masing-masing kelompok pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya rata-rata per pasien untuk pengobatan dengan nifedipin 10 mg lebih rendah (Rp165) dibandingkan dengan dopamet (Rp317) dan adalat oros (Rp4.247). Kesimpulannya, dari perspektif rumah sakit, penggunaan nifedipin merupakan pilihan yang lebih ekonomis dalam pengobatan hipertensi pada ibu hamil.
Copyrights © 2024