Daun Moringa oleifera (MO) merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun kelor memiliki beberapa kandungan senyawa aktif diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan fenol. Untuk mengetahui tingkat keamanan daun kelor, dilakukan uji toksisitas akut, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan 4 kelompok perlakuan, yakni kontrol negatif (Na-Cmc 1%), ekstrak daun MO 1600mg/kgBB, 1800mg/kgBB dan 2000mg/kgBB. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvergicus) jantan dewasa berjumlah 24 ekor. Parameter yang diamati meliputi berat badan tikus, gejala toksisitas, kematian hewan coba, berat relatif organ liver, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Selanjutnya data dianalisis dengan One Way Anova. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang siginifikan pada perubahan berat badan tikus pada semua kelompok selama 14 hari (p0.05). Gejala toksisitas muncul pada semua kelompok dosis ekstrak daun MO, semakin tinggi dosis maka gejala toksisitas yang muncul semakin banyak dan tidak terjadi kematian pada seluruh kelompok dosis ekstrak daun MO. Hasil perhitungan berat relatif organ liver kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan tidak ada perbedaan secara signifikan (p0.05). Pemeriksaan makroskopik organ liver tidak terjadi perbedaan pada seluruh kelompok dosis. Sedangkan pemeriksaan mikroskopik terdapat penurunan jumlah sel normal pada kelompok perlakuan dosis. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin besar dosis ekstrak daun MO menunjukkan gejala toksisitas dan penurunan jumlah sel normal organ liver tanpa adanya kematian pada hewan tikus putih.
Copyrights © 2024