Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN Moringa oleifera, PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK dan MIKROSKOPIK ORGAN LIVER TIKUS PUTIH Ayuwardani, Novi; Kussumaningrum, Ayu Dwi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6129

Abstract

Daun Moringa oleifera (MO) merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun kelor memiliki beberapa kandungan senyawa aktif diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan fenol. Untuk mengetahui tingkat keamanan daun kelor, dilakukan uji toksisitas akut, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan 4 kelompok perlakuan, yakni kontrol negatif (Na-Cmc 1%), ekstrak daun MO 1600mg/kgBB, 1800mg/kgBB dan 2000mg/kgBB. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvergicus) jantan dewasa berjumlah 24 ekor. Parameter yang diamati meliputi berat badan tikus, gejala toksisitas, kematian hewan coba, berat relatif organ liver, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Selanjutnya data dianalisis dengan One Way Anova. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang siginifikan  pada perubahan berat badan tikus pada semua kelompok selama 14 hari (p0.05). Gejala toksisitas muncul pada semua kelompok dosis ekstrak daun MO, semakin tinggi dosis maka gejala toksisitas yang muncul semakin banyak dan tidak terjadi kematian pada seluruh kelompok dosis ekstrak daun MO. Hasil perhitungan berat relatif organ liver kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan tidak ada perbedaan secara signifikan (p0.05). Pemeriksaan makroskopik organ liver tidak terjadi perbedaan pada seluruh kelompok dosis. Sedangkan pemeriksaan mikroskopik terdapat  penurunan jumlah sel normal pada kelompok perlakuan dosis. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin besar dosis ekstrak daun MO menunjukkan gejala toksisitas dan penurunan jumlah sel normal organ liver tanpa adanya kematian pada hewan tikus putih.
Antibakteri Keracunan Bahan Pangan Pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Dari 3 Lokasi Budidaya Fadhillah, Maya; Rezaldi, Firman; Yenny, Ratna Fitry; Maritha, Vevi; Ayuwardani, Novi; Suminar, Erni
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.586

Abstract

 Produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sediaan farmasi atau kosmetik yang bersifat antibakteri penyebab keracunan bahan pangan dan sebelumnya telah teruji pada formulasi dan sediaan sabun cuci tangan berbahan aktif kombucha bunga telang, sehingga pada penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan 3 lokasi budidaya tanaman bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya yaitu kampung pekuncen kota cilegon, kampung cinangka anyer kabupaten serang, dan desa banjarwangi kabupaten pandeglang banten. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat basis sabun mandi cair tanpa zat aktif, membuat basis sabun mandi cair dengan bahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% yang diperoleh dari 3 lokasi budidaya, dan menyediakan sabun mandi pasaran sebagai kontrol positif. Metode dalam pengujian sediaan farmasi (kosmetik/sabun mandi cair) melalui difusi cakram. Data mengenai rata-rata diameter zona hambat dianalisis melalui ANOVA satu jalur jika terdapat perbedaan secara signifikan dilanjut melalui analisis pos hoc Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa masing-masing bunga telang yang dibudidayakan dari 3 lokasi dan juga dibuat sebagai formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha berkolerasi secara positif dalam menghambat keemepat pertumbuhan bakteri uji. Berdasarkan analisis ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai P<0,05, maka dapat dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoc dimana formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang dari 3 lokasi budidaya pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri penyebab keracunan bahan pangan baik yang dihasilkan dari Lokasi budidaya kampung pekucen, kota cilegon banten, kampung cinangka kabupaten serang, banten, dan desa banjarwangi, kabupaten pandeglang, banten.