Rumah sakit sebagai instansi pelayanan kesehatan yang harus mengutamakan pelayanan kesehatan, dan mencegah terjadinya infeksi nosocomial. Pencegahan dimulai dari seberapa maksimalnya para petugas, perawat dan mahasiswa yang praktik melaksanakan lima moment cuci tangan. Penelitian yang dilakukan kepada mahasiswa yang sedang praktik ini menggunakan metode diskriptif Korelasi untuk mengetahui tingkat kepatuhan Mahasiswa dalam melakukan lima moment cuci tangan saat mereka praktik di rumah sakit dr. drajat Prawiranegara berdasarkan tingkatan, jenis kelamin, asal daerah dan fasilitas kesehatan. Responden yang dilakukan penelitian sebanyak 55 mahasiswa. Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dalam pelaksanaan cuci tangan berdasarkan jenis kelamin, Mahasiswa Perempuan lebih patuh disbanding dengan mahasiswa laki-laki dengan nilai uji statistic nilai P ; α :0.05. Tidak ada hubungan yang signifikan kepatuhan mahasiswa praktik terhadap kepatuhan cuci tangan dalam lima moment. Saran untuk para mahasiswa praktik untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya cuci tangan sebagai langkah awal pencegahan infeksi nasokomial. Kata Kunci : lima moment cuci tangan, Mahasiswa praktik.
Copyrights © 2021