Perkembangan teknologi saat ini akan terus berkembang sehingga layanan telekomunikasi dijadikan sebagai kebutuhan utama. Untuk mendukung perkembangan revolusi industri 4.0, penggunaan 5G New Radio merupakan solusi yang tepat. Teknologi 5G New Radio ini dirancang lebih baik daripada teknologi 4G sebelumnya, terutama pada bagian pita frekuensi. Penggunaan frekuensi yang tinggi tersebut sangat sensitif dan terpengaruh oleh kondisi alam, seperti suhu dan kelembaban yang akan menimbulkan redaman pada perambatan gelombang. penelitian ini dilakukan analisa terhadap dua variabel, yaitu variabel tetap dan variabel berubah pada Provinsi Jawa Timur. Variabel tetap meliputi frekuensi 26 GHz dan 28 GHz dengan bandwidth 100 MHz. Sedangkan variabel berubah meliputi suhu (suhu maksimum dan minimum) dan kelembaban (kelembaban maksimum dan minimum). Hasil yang didapatkan berdasarkan pengujian delay spread simulasi dan kalkulasi, diantara ketiga lokasi penelitian, Kota Batu yang paling bagus karena memiliki nilai RMS delay yang kecil dan daya yang diterima lebih besar dibandingkan dengan kedua lokasi penelitian lainnya. Sedangkan untuk kalkulasi capacity channel dan bit rate didapatkan Kabupaten Pasuruan memiliki hasil yang lebih bagus dikarenakan memiliki kapasitas yang lebih besar. Berdasarkan hasil tersebut dipengaruhi oleh besar frekuensi yang digunakan. Penggunaan frekuensi 26 GHz jauh lebih bagus karena menghasilkan nilai delay yang lebih kecil dengan kondisi skenario minimum.
Copyrights © 2024