Dalam kondisi ideal sumber berita televisi berasal dari liputan, newswire dan jurnalisme warga. Namun akhir-akhir ini, TVRI menjadikan konten media sosial sebagai sumber berita. Fenomena ini akhirnya menimbulkan pertanyaan, sebagai Lembaga Penyiaran Publik LPP, bagaimana kejelasan produksi berita TVRI? Bagaimana akurasi beritanya? Dan bagaimana penerapan etika jurnalistiknya dalam memproduksi berita? Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejelasan produksi berita TVRI, akurasi dan penerapan etika jurnalistik, ketika TVRI memproduksi berita yang bersumber dari media sosial. Pendekatan penelitian ini secara kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode studi kasus. Objek penelitian konten media sosial sedangkan subjek penelitian adalah pihak manajemen pemberitaan dan produser berita TVRI. Teori yang digunakan adalah teori framing dan agenda setting. Hasilnya, konten media sosial yang digunakan TVRI sebagai sumber berita hanya sebagai pendahulu dan pelengkap. Namun kejelasan produksi berita, akurasi dan penerapan etika jurnalistiknya tidak diragukan. Dalam pemilihan konten media sosial, tim redaksi memperhatikan proses seleksi, penekanan atas sebuah isu, dan penyajian. Mereka memandang konten media sosial penting dan perlu digunakan, dengan mempertimbangkan era konvergensi media dan kecepatan berita.
Copyrights © 2023