Dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi: (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri. Pendidikan diharapkan dapat memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Anonimous, 2010:56). Dunia Pendidikan Nasional Indonesia adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan Nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (F. Aziez, 2010:166). Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003, Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (Masnur Muslich, 2009:1). Peranan guru menjadi penentu atau kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah serta harus bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana proses pembelajaran yang kondusif yang mendorong peserta didik untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran di kelas.Yang terjadi di lapangan banyak kita jumpai gaya mengajar guru belum memanfaatkan kemampuannya secara maksimal, sehingga proses pembelajaran kurang efektif. Guru yang mengajar saat ini cenderung kurang bervariasi dalam mengajar, latihan yang diberikan kepada peserta didik kurang bermakna, dan umpan balik serta koreksi dari guru jarang diterapkan. Mata pelajaran yang harus dikuasai oleh para peserta didik pada jenjang proses pemebelajaran SMA/SMK Kota Jambi. Mata pelajaran agama memilki fungsi sebagai media untuk membentuk karakter dan moralitas siswa agar mampu menjadikan kepibadian yang lebih baik, lebih bermakna dalam dalam kehidupan, untuk menciptakan jatidirinya sehingga dapat menjalankan nilai-nilai nuansa beragama yang lebih maju dalam menjalankan kehidudpan, baik terhadap Tuhan maupun menciptakan iklim hubungan interaksi herizontal dengan sesama manausia. Guru yang profesional yang mengampu mata pelajaan agama cukup signifikan dalam mencari model atau strategi yang lebih tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran yang PAKEM (Pembelajan Aktif Kreatif fektif dan Menyenangknan) supaya tercapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan.
Copyrights © 2024