Deinstitusionalisasi layanan kesehatan jiwa mengharuskan keluarga dapat menjadi perawat utama bagi klien gangguan jiwa. Ketidaksiapan keluarga dapat mengakibatkan kesulitan pada keluarga seperti stres psikologis akibat memiliki keluarga yang mengalami gangguan jiwa, kebutuhan keluarga yang tidak terpenuhi, kendala keuangan, kurangnya dukungan sosial, gangguan fungsi keluarga, stigma, diskriminasi, dan ekspresi emosi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh family psychoeducation (FPE) terhadap kecemasan caregiver merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Sampel terdiri dari 1 keluarga yang merupakan caregiver utama klien. Intervensi family psychoeducation dilakukan dengan kunjungan rumah selama 5 minggu dengan 6 sesi pertemuan yaitu: 1) mengidentifikasi masalah klien dan keluarga; 2) merawat masalah klien; 3) manajemen stres keluarga; 4) manajemen beban keluarga; 5) memanfaatkan sistem pendukung; dan 6) mengevaluasi manfaat psikoedukasi keluarga. Intervensi dilakukan dengan frekuensi seminggu sekali namun untuk sesi 5 dan 6 dilakukan dalam satu minggu. Durasi rata-rata 45-60 menit setiap sesi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20. Hasil pengukuran Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 sebelum intervensi family psychoeducation adalah 9, caregiver mengalami kecemasan yang dapat dikategorikan pada gangguan mental emosional. Sesudah intervensi family psychoeducation terjadi penurunan skor SRQ menjadi 3 yang dapat dikategorikan pada kondisi sehat. Kesimpulan family psychoeducation menurunkan kecemasan caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Family psychoeducation dapat dijadikan sebagai terapi bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat.
Copyrights © 2022