WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan beberapa faktor. Sejak tahun 1991, WHO dan UNICEF meresmikan beberapa klinik dan rumah sakit sebagai BFHI/ RSSIB. RSSIB telah mendorong pengembangan sarana prasarana untuk mendukung implementasi keberhasilan menyusui. Didalam penerapan RSSIB sangat diperlukan peran serta tenaga kesehatan. Peran tenaga kesehatan efektif untuk meningkatkan inisiasi menyusui dan kepatuhan terhadap praktik menyusui sehingga dapat berdampak positif mendukung keberhasilan menyusui. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini secara deskriptif observasional dengan pendekatan kohort. Data primer diambil dari 344 sampel ibu yang memiliki bayi berusia >6-24 bulan. Hasil menunjukkan ada perbedaaan dukungan tenaga kesehatan kepada ibu menyusui (p=0,0001). Terdapat hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,0001). Ibu yang berhasil menyusui eksklusif mendapatkan dukungan baik dari tenaga kesehatan (49,4%). Keberhasilan dukungan yang diimplementasi dari empat item tindakan dapat meningkatkan praktik menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Dukungan yang baik mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan dukungan yang optimal agar cakupan ASI eksklusif dapat meningkat dan mencapai target nasional.
Copyrights © 2022