Pada dasarnya proses belajar ditandai dengan terjadinya perubahan pada diri siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikoomotor. Perubahan perilaku dalalm aspek kognitif tercermin dari prestasi belajar. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP merupakan indikasi bahwa selama ini proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah belum optimal, sehingga perlua adanya upaya untuk meningkatkannya. Model pembelajaran yang kurang melibatkan siswa akan menurunkan minat belajar siswa, sehingga prestasi belajaranyapun akan mengalami penurunan. Model pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa merupakan model belajar mengajar yang mengutamakan peran siswa aktif, baik fisik, mental maupun sosial. Discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Kayen Kidul Kabupaten Kediri Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. (2) Model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kenaikan prosentase kekuntasan klasikal dan nilai rata-rata kelas. Pada siklus 1 prosentase ketuntasan klasikal sebesar 73,5% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 74,94. Pada siklus 2 prosentase ketuntasan klasikal sebesar 85,29% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 82,71.
Copyrights © 2022