Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Hexagon fraud theory’s terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan BUMN yang ada di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh financial target, ineffective monitoring, audit change, change in director, frequent number of CEO’s picture dan cooperation with government project terhadap kecurangan laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar pada Bursa efek Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Sehingga di dapat 12 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan periode penelitian 5 tahun, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60sampel. Teknik analisis data menggunakan regresi liner berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa financial target dan audit change tidak berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan ineffective monitoring, change in director, frequent number of CEO’s picture dan cooperation with government project berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan, yang pada penelitian ini berfokus pada perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia.
Copyrights © 2024