Premenstrual Syndrome (PMS) melibatkan gejala emosional dan fisik yang timbul sebelum menstruasi dan berakhir setelah menstruasi. Penurunan hormon serotonin bisa mempengaruhi emosi, pola makan, dan tidur seseorang. Gangguan kualitas tidur ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan perubahan pada jumlah serta pola istirahat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara sindrom pramenstruasi (PMS) dan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, dilaksanakan mulai bulan September 2022 hingga Juli 2023. Populasi yang menjadi fokus adalah seluruh mahasiswi S1 Keperawatan di Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, dan sampel sejumlah 93 mahasiswi dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari total 93 mahasiswi yang menjadi sampel, 23.7% di antaranya mengalami PMS dengan tingkat sedang dan memiliki kualitas tidur yang juga sedang, sementara 3.2% mahasiswi mengalami PMS berat dengan kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PMS dan kualitas tidur mahasiswi, yang ditandai dengan nilai p-value sebesar 0.000 (< 0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswi tentang PMS agar kualitas tidur mereka dapat terjaga dengan baik
Copyrights © 2024