Masyarakat Jawa percaya bahwa melestarikan tradisi sangat penting dilakukan dengan cara menggelar ritual-ritual keagamaan agar nilai-nilai kearifan lokal pada suatu daerah tetap terjaga salah satunya adalah tradisi boyongan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji informasi tentang pengertian tradisi boyongan, mengetahui dinamika perubahan tradisi boyongan di Desa Turipinggir, dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode sejarah (Historis) yang merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menelaah peristiwa sejarah baik secara literatur ataupun terjun langsung ke lapangan, langkah-langkahnya adalah 1) Heuristik. 2) Kritik. 3) Interpretasi. 4) Historiografi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Tradisi boyongan merupakan slamatan yang dilakukan pada saat akan menempati rumah baru. Seiring dengan berkembangnya waktu perubahan tradisi boyongan di Desa Turipinggir mengalami perubahan antara lain berkaitan dengan peralatannya, partisipasi masyarakat pada tradisi tersebut, dan perubahan pada proses pelaksanaanya. Hal tersebut disebabkan karena dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal antara lain yaitu penemuan baru, perkembangan pendidikan, dan berkembangnya paham agama di masyarakat. Faktor eksternal meliputi kontak dengan daerah atau budaya lain dan berkembanya IPTEK.
Copyrights © 2024