Penelitian ini mendeskripsikan perlu adanya revitalisasi fikih seks di Pesantren dengan mengungkap potensi besar berkembangnya virus homoseksualitas sebagai sebuah fenomena sosial di kalangan santri dengan berbagai faktor internal-eksternal yang memicunya. Penelitian ini ingin menjawab dua persoalan penting sebagai fokus penelitian: tujuan dan hakikat revitalisasi fikih seks di Pesantren hubungannya dengan virus homoseksualitas di kalangan santri dan unsur yang perlu direvitalisasi dari fikih seks di Pesantren hubungannya dengan psikologi perkembangan santri. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan pendekatan psikologi perkembangan anak melalui prosedur pengumpulan data berupa dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa revitalisasi fikih seks di Pesantren mengandung tujuan dan hakikat transformasi keilmuan tentang seks sebagai upaya prevensi berkembangnya virus homoseksualitas di kalangan santri dalam bentuk pengajaran, penyadaran, dan pencerahan berkenaan dengan naluri seksual dan perkawinan yang dianjurkan dan dilarang dalam ajaran Islam dengan harapan santri dapat mengaplikasinnya sebagai akhlak hidupnya. Unsur yang perlu direvitalisasi dari fikih seks di Pesantren mencakup: (a) pemahaman komprehensif, terbuka, dan inklusif tentang ajaran Islam terkait seksualitas; (b) pembahasan yang toleran dan terbuka; (c) keterlibatan psikologi perkembangan melalui sistematika materi pembelajaran fikih seks di setiap jenjang perkembangan psikologi santri; (d) pendekatan holistik terhadap kesejahteraan santri; dan (e) penguatan nilai-nilai moral dan etika dalam konteks seksualitas.
Copyrights © 2024