Review artikel ini ditujukan untuk membahas berbagai macam karakterisasi hasil sintesis nanopartikel perak menggunakan berbagai tanaman sebagai antibakteri. Berdasarkan hasil review dapat dinyatakan bahwa nanopartikel perak yang disintesis berfungsi sebagai antibakteri terutama Staphylococcus aureus. Nanopartikel dapat disintesis menggunakan bioreduktor antara lain kulit pinang, daun ketumpang air, jeruk, mangga, neem/mimba, onion, tomat, daun bidara, keladi Sarawak, daun kayu tulak, daun sendok, dan papaya. Nanopartikel yang disintesis akan dikarakterisasi menggunakan beberapa instrument antara lain Spectroscopy UV-Visible, Spectroscopy Fourier Transform InfraRed (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA), Transmission Electron Microscope (TEM), Dynamic Light Scattering (DLS), Atomic Force Microscopy (AFM), Surface Plasmon Resonance (SPR), dan Zeta sizer/Zeta potensial testing. Beberapa hasil sintesis nanopartikel menggunakan bioreduktor memenuhi syarat sebagai nanopartikel, dan beberapa lainnya belum memenuhi.
Copyrights © 2024