Ungkapan tradisi lisan yang dijumpai di Bali khususnya terkait dengan perkawinan masih berkembang pada masyarakat tutur khususnya penutur Bahasa Bali yang dalam penyampaiannya dilandasi oleh mitos. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat keliru memaknainya. Ungkapan tradisi lisan yang dibahas yakni “De nganten nuju kuningan, nyanan care Jayaprana!†(Jangan kawin tepat hari kuningan, nanti seperti Jayaprana!), dan “Sing dadi nganten nungkak pailehe, nyanan sengsare!†(Tidak boleh kawin upacaranya tidak terselesaikan, nanti menderita!) dibedah menggunakan teori Roland Barthes tentang pemaknaan konotasi sehingga ungkapan tradisi lisan yang awalnya irasional menjadi rasional.
Copyrights © 2018