Berinai memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Melayu. Namun, ritual Berinai tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Melayu, tetapi juga oleh kelompok etnis lainnya. Di Langkat, khususnya di kota Stabat, rata-rata masyarakat Melayu masih melakukan ritual Berinai, tidak hanya untuk pengantin dari suku Melayu tetapi juga dari suku lainnya.Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan ritual Berinai dalam pernikahan campuran etnis di Langkat. Peneliti menganggap metode kualitatif cocok untuk penelitian ini karena ingin menjelaskan secara terbuka mengenai budaya penggunaan ritual Berinai dalam pernikahan etnis campuran. Berdasarkan penjelasan di atas, hasil temuan pada penelitian ini ialah banyak masyarakat yang melakukan ritual Berinai karena permintaan keluarga. Meskipun begitu, banyak dari mereka juga melakukan ritual Berinai karena kesadaran sendiri dan memahami makna penting nya melakukan ritual Berinai. Meskipun bukan berasal dari etnis Melayu maupun etnis Minang yang mengharuskan calon pengantin untuk Berinai, masyarakat etnis lain juga ikut melakukan ritual Berinai sebelum pernikahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ritual berinai telah menyebar ke berbagai etnis dan bahkan menjadi bagian dari pernikahan lintas etnis, meskipun sering kali tidak mengikuti tradisi Melayu secara klasik. Meskipun tetap dipertahankan, masyarakat tidak selalu menyadari perubahan dalam tata cara dan makna ritual tersebut. Penggunaan henna instan semakin umum karena praktis dan ketersediaan bahan baku tradisional yang terbatas, hadir dalam bentuk henna pasta dan henna bubuk. Seniman inai terus mengembangkan keragaman warna dan motif dengan sentuhan modern seperti glitter dan kuku palsu dalam aplikasinya.
Copyrights © 2024