Mutu atau kualitas pendidikan membutuhkan manajemen mutu yang baik. Dalam manajemen mutu diperlukan seorang pemimpin untuk memelihara dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan yang dijalankan secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini dilaksanakan di Dayah Darul Hikmah Aceh Barat. Tekhnik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi Pimpinan/Kyai, penanggung jawab kepesantrenan, pimpinan dayah, Waka Kurikulum, Waka Pengaian, guru, dan santri. Tekhnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Dimensi kemampuan pemimpin untuk mengarahkan para anggotanya yang mengakibatkan semuanya berbuat sesuatu dibidangnya masing-masing. 2. Dimensi tingkat dukungan dari anggota organisasi dalam bentuk keikutsertaan atau keterlibatan anggota organisasi dalam kegiatankegiatan melaksanakan tugas pokoknya. Pendidikan di pesantren tidak mementingkan kehidupan duniawi melainkan hanya urusan ukrawi, maka kiai Muhibin Anwar membuat suatu kebijakan sebagai suatu upaya dalam mengembangkan Dayah, upaya nya yaitu mengkombinasikan pendidikan yang berbasis salafiyah dengan pendidikan modern dan menambah sarana prasarana di Dayah Darul Himah Aceh Barat.
Copyrights © 2024