Salah satu fungsi ekologis mangrove adalah sebagai habitat berbagai biota perairan. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2022 di Pusat Pembelajaran dan Restorasi Mangrove Kabupaten Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan dan keanekaragaman jenis biota asosiasi di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Kabupaten Simeulue. Data biota asosiasi dikumpulkan dengan metode sensus dengan mengidentifikasi setiap biota yang ditemukan di empat stasiun pengamatan. Parameter kondisi lingkungan yang diamati adalah jumlah sampah, jumlah penebangan, pH, suhu, salinitas, dan DO. Berdasarkan hasil identifikasi, biota asosiasi yang ditemukan di lokasi penelitian berjumlah 6 famili yang terdiri dari 6 spesies yaitu Terebralia palustris, Uca sp., Neritina gagates, Turritella duplikat, Rhizoprionodon acutus, dan Vanarus salvator. Biota asosiasi yang dominan ditemukan adalah Terebralia palustris dari kelas Gastropoda. Hasil pengamatan kualitas lingkungan ditemukan 12 bekas tebangan kayu dan 19 sampah plastik, namun dari segi kualitas perairan masih tergolong baik bagi biota perairan dan sesuai dengan parameter baku mutu lingkungan perairan laut berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004.
Copyrights © 2024