Pengetahuan merupakan aset penting bagi organisasi untuk mencapai tujuannya. Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga integritas pemilu. Namun, Bawaslu belum memiliki sistem manajemen pengetahuan (KM) yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi best practice KM di Bawaslu dengan menggunakan framework SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) yang dikembangkan oleh Nonaka dan Takeuchi. Data penelitian diperoleh dari studi literatur dan dokumen terkait KM di Bawaslu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu telah menerapkan beberapa best practice KM dalam proses sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi pengetahuan. Dalam proses sosialisasi, Bawaslu melakukan pelatihan, mentoring, dan sharing session untuk mentransfer pengetahuan tacit antar pegawai. Dalam proses eksternalisasi, Bawaslu mendokumentasikan pengetahuan eksplisit dalam bentuk manual, pedoman, dan laporan. Dalam proses kombinasi, Bawaslu menggabungkan pengetahuan eksplisit dari berbagai sumber untuk menghasilkan pengetahuan baru. Dalam proses internalisasi, Bawaslu menerapkan pembelajaran melalui praktik dan pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pemilu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi Bawaslu dalam mengembangkan sistem KM yang lebih efektif dan efisien. Best practice KM yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat menjadi acuan bagi Bawaslu dalam meningkatkan pengelolaan pengetahuan dan meningkatkan kinerja organisasi. Kata Kunci: Knowledge Management, SECI Model, Best Practice, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU).
Copyrights © 2023