PT Asahimas Flat Glass Tbk menghadapi tantangan dalam manajemen persediaan kaca di gudang Cikampek, di mana pada tahun 2023, catatan Not FIFO untuk produk kaca lembaran rata-rata 1,69%, terhadap target 0,7%. Masalah Not FIFO menyebabkan produk lebih lama berada di gudang, sehingga mengakibatkan Slow-Moving Stock (SMS), penurunan kualitas produk, dan kerugian finansial karena menjual dengan harga yang lebih rendah. Selain itu, hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengambil produk dan keterlambatan pemuatan untuk pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab praktik FIFO yang tidak efektif, menentukan strategi untuk mencegah terjadinya Not FIFO, dan merekomendasikan perbaikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan Analisis 5-Whys, sedangkan analisis kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode Plan, Do, Check, Act (PDCA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggabungan analisis PDCA-AHP menunjukkan bahwa memperbaiki Alur FIFO (43.7%) dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah alternatif terbaik. Kontrol dan evaluasi rutin terhadap SOP FIFO akan meningkatkan manajemen persediaan dan mengurangi stok yang bergerak lambat. Kata Kunci: Manajemen Persediaan; Analisis Keputusan; 5 Whys; PDCA; AHP.
Copyrights © 2023