Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan citra tubuh. Citra tubuh yang negatif dapat memberikan dampak negatif bagi remaja, seperti meningkatnya distres psikologis, gejala gangguan kecemasan, gangguan panik, gangguan perilaku makan, dan gangguan tubuh dismorfia. Beragamnya dampak negatif yang dapat timbul akibat citra tubuh yang negatif, menunjukkan pentingnya mengetahui gambaran citra tubuh yang dimiliki, khususnya pada remaja. Akan tetapi, terdapat inkonsistensi dari hasil penelitian mengenai gambaran citra tubuh remaja di berbagai kota di Indonesia. Penelitian ini merupakan sebuah studi pendahuluan dengan tujuan mengetahui gambaran citra tubuh pada remaja serta mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat citra tubuh antara remaja perempuan dan laki-laki. Penelitian dilakukan pada 226 remaja berusia 15-18 tahun. Pengukuran citra tubuh dilakukan menggunakan instrumen Body Esteem Scale in Adults and Adolescent (BESAA). Hasilnya mayoritas partisipan memiliki skor citra tubuh yang berada dalam kategori sedang serta terdapat perbedaan yang signifikan antara citra tubuh perempuan dan laki-laki.
Copyrights © 2024