Dalam setiap pengembangan ilmu pengetahuan corak atau karakteristiknya sangat bergantung pada suatu paradigma yang mendasarinya, suatu paradigma memiliki posisi yang sangat urgen terhadap hasil-hasil ihtiar pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, oleh sebab itu apa yang dihasilkan para pemikir muslim baik para filosof sejak al-Kindi yang hidup di abad pertengahan memiliki ciri khas tersendiri. Pada abad pertengahan dianggap sebagai masa keemasan Islam, para intlektual muslim saat itu sangat produktif dalam mengembangkan ilmu dan peradaban Islam. Namun setelah abad pertengahan berakhir yang ditandai dengan mandegnya keilmuan dalam Islam dan dibarengi dengan munculnya zaman renaisans di dunia Barat, berdampak pada superioritas pengetahuan Barat atas peradaban dunia. Akibat mandegnya ilmu dalam Islam dan berkembangnya ilmu pengetahuan Barat yang bercorak sekular, melahirkan persoalan-persoalan yang serius di kalangan umat. Oleh sebab itu para intlektual muslim kontemporer mencoba untuk keluar dari berbagai permasalah umat dengan cara merumuskan kemabali konsep ilmu dalam Islam seperti yang dilakukan oleh gerakan islamisasi ilmu. Gerakan ini berupaya mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan di dalam kerangka berpikir yang Islami.
Copyrights © 2023