Nelayan kecil Anambas adalah nelayan tangkap tradisional di wilayah pulau terluar Indonesia yang saat ini mengalami keterbatasan dan krisis pada mata pencahariannya. Keterbatasan pada nelayan tradisional di pulau terluar terlihat pada kurangnya kapasitas infrastruktur perikanan, rendahnya armada perikanan tangkap, mahalnya bahan bakar minyak, serta keterbatasan produksi es untuk kebutuhan aktivitas melaut. Sedangkan krisis yang dialami oleh nelayan Anambas mencakup kekurangan sumber daya perikanan akibat Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) fishing dan over fishing, badai dan perubahan iklim, dan ketidakstabilan harga ikan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang menghambat nelayan dalam upaya bertahan hidup saat beraktivitas di laut dan di darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hambatan secara internal berasal dari dalam diri nelayan, diantaranya adalah tidak berupaya untuk keluar dari wilayah tangkap utama dan kesulitan bekerja selain melaut. Adapun hambatan eksternal menggambarkan keterbatasan terhadap aturan kawasan platform migas, kerugian dari aktivitas pukat mayang, kondisi alam yang merugikan, dan kerentanan dalam transaksi ekonomi.
Copyrights © 2023