Gunung lumpur merupakan fenomena geologi yang menarik perhatian para peneliti karena potensinya sebagai sumber daya alam dan risiko bencana alam. Identifikasi karakteristik endapan lumpur menjadi penting dalam pemahaman proses pembentukan dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara data geokimia dan suseptibilitas magnetik dalam mengidentifikasi karakteristik endapan lumpur pada gunung lumpur X. Analisis geokimia dilakukan dengan menggunakan metode XRD untuk memperoleh kandungan mineral penyusun endapan lumpur. Sementara itu, analisis suseptibilitas magnetik dilakukan dengan menggunakan Bartington MS2B Susceptibility meter, yang memberikan informasi mengenai sifat magnetik endapan lumpur. Hasil XRD mengungkapkan bahwa endapan lumpur hasil erupsi sebagian besar terdiri dari kuarsa, dan albit. Mineral lempung lain seperti kaolinit, montmorillonit dan illit juga terdeteksi pada sampel. Selain itu terdapat mineral lain seperti kalsit, siderit, dan pirit. Secara keseluruhan mineral yang terdeteksi mengindikasikan lingkungan pengendapan vulkaniklastik di lingkungan laut. Nilai suseptibilitas magnetik bervariasi pada rentang 0,27 × 10-6 m3/kg hingga 0,41 × 10-6 m3/kg, sehingga dapat dikatakan bersifat paramagnetik. Untuk nilai suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi (χFD) memiliki rentang nilai dari 2,95% hingga 8,26%, sehingga hasil tersebut mengindikasikan bahwa sampel memiliki nilai χFD 2-10 % (sedang). Nilai χFD sedang berarti mengandung campuran SP dan butiran non-SP yang lebih kasar, atau butiran SP
Copyrights © 2023