Penelitian ini berbicara mengenai representasi selebriti yang ditampilkan dalam Tetralogi Yowis Ben (2018, 2019, 2021) sebagai bagian dari budaya populer baru dalam dunia perfilman Indonesia. Fokus penelitian ini berusaha untuk menguraikan budaya selebriti yang digambarkan dalam kehidupan tokoh dalam konteks kultur Jawa Arek, sehingga meskipun telah terpengaruh modernisasi, namun kaitannya tetap erat dengan konsep kearifan lokal. Budaya selebriti dalam film ini menawarkan mimpi status (ketenaran), penampilan menawan, kekayaan, dan kekuasaan yang tidak bisa sembarang ditiru orang kebanyakan. Berdasarkan hasil pembacaan pada keempat film Yowis Ben menunjukkan bahwa tetralogi ini menawarkan contextual identity of celebrity, yakni penggambaran budaya selebriti berkonteks budaya Jawa Arek, tepatnya di Kota Malang, Indonesia. Konteks budaya Jawa Arek ini dilihat dari penggunaan bahasa hingga karakter tokoh dalam rangka celebrity production process. Penggambaran celebrity dan segala kehidupannya ini dapat diamati melalui narasi pembedahan mengenai alasan (reason why you want to be a celebrity), strategi (strategy become celebrity), menjaga citra baik selebriti (how to maintain celebrity image), hingga segala problematika yang dihadapi selebriti (celebrity dilema) dalam tetralogi Yowis Ben (2018, 2019, 2021).
Copyrights © 2024