Jurnal Desiminasi Teknologi
Volume 1 No. 2 Juli 2013

Pengaruh Penambahan Polypropylene Fibres Terhadap Proses Curing Menggunakan Air Laut Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Pada Mutu Beton K-175

Indra Syahrul Fuad (Unknown)
Ani Firda (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2016

Abstract

Beton dikenal sebagai bahan material dengan kuat tekan tertentu, mudah dibentuk,mudah di produksi dan mudah perawatannya, tetapi juga mempunyai beberapa keterbatasanbaik dalam proses produksi maupun sifat-sifat mekaniknya. Di era globalisasi kebutuhanakan beton dengan mutu tinggi sudah tidak dapat dihindarkan lagi, hal ini disebabkankarena perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi di Indonesia terus mengalamikemajuan.Maksud dari penelitian ini adalah supaya dapat diketahui berapa besar nilai kuat tekandan kuat lentur beton dengan penambahan polypropylene fibres serta mengetahui pengaruhpenggunaan air laut dan air tawar pada proses curing atau perendaman beton.Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton rata-rata yang menggunakan prosescuring air tawar sebesar 210,92 kg/cm2 sedangkan kuat tekan rata-rata beton normal yangmenggunakan proses curing air laut sebesar 194,693 kg/cm2 mengalami penurunan sebesar16,227 kg/cm2 (7,69 %). Nilai kuat lentur beton rata-rata yang menggunakan proses curingair tawar sebesar 45,320 kg/cm2 sedangkan kuat lentur rata-rata beton normal yangmenggunakan proses curing air laut sebesar 36,256 kg/cm2 mengalami penurunan sebesar9,064 kg/cm2 ( 20,00 %). Disamping itu proses curing air laut menyebabkan penurunannilai kuat tekan dan kuat lentur pada beton, ini dikarenakan air laut mengandung garam –garam anorganik yang akan memperlambat waktu pengikatan beton.Kata Kunci : beton, polypropylene fibres, curing.

Copyrights © 2013