Abstrak Pembelajaran kewirausahaan di SMK terdiri dari 16 jam pelajaran. Jumlah jam pelajaran yang banyak ini seharusnya diikuti dengan hasil yang baik. Pemberian jam pelajaran yang maksimal diharapkan dapat membantu tujuan dari Dkirektur Jenderal Vokasi untuk menjadikan SMK sebagai sarana pencetak wirausahawan muda yang mandiri dan berkontribusi terhadap negeri. Akan tetapi, pelaksanaan di lapangan masih belum maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu Guru SMK yang mengajar kewirausahaan dalam mengoptimalkan pembelajaran kewirausahaan sehingga dapat membantu siswa SMK mengoptimalkan potensinya sebagai calon wirausaha. Pada akhirnya, tingkat pengangguran terbuka yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK di Bukittinggi. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah Guru yang mengajar mata Pelajaran Kewirausahaan di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman guru. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat modul dan mengajarkan mata pelajaran kewirausahaan. Setelah kegiatan ini, sebanyak 52,4% guru yang berpartisipasi telah memahami cara untuk menciptakan pembelajaran Kewirausahaan yang menarik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagi guru mengenai model pembelajaran kewirausahaan, namun juga mengenai pengembangan bahan ajar, tapi lebih juga pada pemberian motivasi kepada siswa SMK Akuntansi. Kata kunci: kewirausahaan; Sekolah Menengah Kejuruan; merdeka belajar. Abstract Entrepreneurship learning at vocational schools consists of 16 hours of lessons. This large number of study hours should be followed by good results. It is hoped that providing maximum lesson hours can help the Director General of Vocational Studies' goal of making vocational schools a means of producing young entrepreneurs who are independent and contribute to the country. However, implementation in the field is still not optimal. This community service aims to help vocational school teachers who teach entrepreneurship optimize entrepreneurship learning so that they can help vocational school students optimize their potential as prospective entrepreneurs. In the end, the level of open unemployment originating from vocational school graduates will decrease. This activity was carried out at Vocational High School in Bukittinggi. The target audience for this activity is teachers who teach entrepreneurship subjects in Bukittinggi. The method used is the lecture and discussion method to increase teacher understanding. The result of this community service is an increase in teachers' abilities to create modules and teach entrepreneurship subjects. After this activity, 52.4% of participating teachers understood how to create interesting entrepreneurship learning. This activity not only provides knowledge for teachers regarding entrepreneurial learning models, but also regarding the development of teaching materials, but also motivates Accounting Vocational School students. Keywords: entrepreneurship; vocational school; freedom of learning.
Copyrights © 2024