BIOWALLACEA
Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2

Kemampuan Bioakumulasi dan Adaptasi Molekuler Kerang Bulu Anadara antiquata Terhadap Cemaran Merkuri

Prihatini, Wahyu (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Mar 2016

Abstract

Anadara antiquata hidup di daerah intertidal yang memiliki berbagai perubahan lingkungan, terutama limbah antropogenik berbahaya dan beracun. Kondisi ini dapat menyebabkan cekaman bagi A. antiquata. Penelitian tentang bioakumulasi dan adaptasi molekuler terhadap kontaminasi merkuri pada A. antiquata telah dilakukan. Eksperimen laboratorium telah menguji kemampuan adaptasi pada kerang kecil (10-20 mm) dan kerang besar (35-45 mm). Empat konsentrasi Hg2+ (0,0025; 0,005; 0,01; dan 0,02 μg.L-1) dengan 0,5 Bq.L-1 dari 203Hg2+ diberikan pada kedua kelompok. Variabel yang diamati adalah Bioconcentration Factor (BCF), tingkat penyerapan, tingkat penghabisan, dan tingkat eliminasi merkuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioakumulasi Hg2+ pada kerang kecil lebih tinggi dari kerang besar. Nilai BCF Hg sebesar 775.532 pada kerang kecil, dan 378.708 pada kerang besar pada kondisi konstan selama terjadi pemaparan. Konsentrasi Hg2+ mengalami penurunan tingkat penyerapan pada kerang besar, dan BCF pada kedua kelompok, tetapi meningkatkan tingkat penghabisan Hg2+ pada kedua kelompok. Protein stres (metallothionein, MT) telah dianalisis dari jaringan hepatopancreas, selama eksperimen molekuler menggunakan metode SDS-PAGE dengan 5% dan 15% gel berlapis. Penelitian telah mengidentifikasi isoform MT-I protein (ukuran 5, 10, 25 kDa), membuktikan bahwa A. antiquata di lokasi penelitian telah teradaptasi secara molekuler terhadap kontaminan merkuri. Kata kunci: Anadara antiquata, bioakumulasi, merkuri, metallothionein. 

Copyrights © 2015