cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
BIOWALLACEA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
STUDI KEMAMPUAN TUMBUH TEMBLEKAN (Lantana camara) DAN PENDATAAN TUMBUHAN BERKAYU PADA AREA BEKAS KEBAKARAN DALAM TAMAN NASIONAL BALI BARAT Wawo, Albert Husen
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi kawasan hutan Pahlengkong yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat pernah mengalami kebakaran pada tahun 2006. Setelah lebih kurang 6 - 7 tahun paska kebakaran tersebut terjadi penutupan kembali oleh vegetasi yang didominasi oleh tumbuhan tembelekan atau kerasi (Lantana camara). Temblekan diketahui sebagai salah satu invasive spesies yang menyukai lokasi terbuka. Pada tahun 2012, LIPI bersama Biosphere Foundation (USA) melakukan studi tentang kemampuan tumbuh temblekan di lokasi ini. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan temblekan sekitar 1095 rumpun per ha dengan rata-rata area penutupan sekitar 56,26 %. Pemangkasan batang temblekan pada akhir musim hujan akan merangsang pertumbuhannya di musim kering. Dalam area bekas kebakaran ini terdapat 24 jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh berdampingan dengan temblekan. Restorasi intervensi pada lokasi bekas kebakaran perlu dilakukan setelah terlebih dahulu mengendalikan pertumbuhan temblekan (Lantana camara).Kata kunci : Lantana camara, kepadatan, pemangkasan, tumbuhan berkayu, TN Bali Barat
INVENTARISASI DAN EVALUASI NUTRISI PAKAN BURUNG GOSONG KAKIMERAH (Megapodius reinwardt) PADA PEMELIHARAAN IN-SITU DI TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Mujdalifah, Irna
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis pakan dan mengevaluasi kandungannutrisi pakan burung gosong kaki-merah pada pemeliharaan In situ. Penelitian ini dilakukan dalam 2tahapan yang terdiri dari tahap survei melalui pengamatan langsung serta wawancara dan tahapanalisis nutrisi pakan di Laboratorium. Parameter yang diamati berupa aktifitas dan kehidupanburung gosong, jenis pakan dan kandungan nutrisi pakan. Data yang terkumpul dari hasilwawancara, analisis nutrisi dan yang bersumber dari studi literatur akan ditabulasi dan dibahassecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung gosong memiliki aktifitas bersarangdengan membentuk gundukan tanah tersusun dari tumpukan serasah dan ranting pohon yang telahterdekomposisi serta bebatuan berpasir, aktifitas mencari makan di area tanah hutan, bersuaradengan ciri suara sederhana terdiri dari 2 – 3 elemen suara dan aktifitasreproduksi di Taman WisataAlam Kerandangan. Pakan yang ditemukan terdiri dari pakan hewani dan nabati, dimana pakandidominasi oleh pakan hewani yang mengandung protein tinggi untuk menunjang aktifitas burung gosong.Kata Kunci : Burung gosong, inventarisasi pakan, nutrisi pakan burung
DINOFLAGELLATA TOKSIK PENYEBAB CIGUATERA FISH POISONING DI PERAIRAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Widiarti, Riani
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciguatera Fish Poisoning (CFP) merupakan salah satu tipe keracunan pada manusia yang terjadi akibat pengkonsumsian ikan-ikan karang yang telah terkontaminasi ciguatoksin. Toksin tersebut dihasilkan oleh beberapa jenis dinoflagellata bentik yang umumnya ditemukan menempel pada makroalga. Penelitian mengenai inventarisasi dan kelimpahan dinoflagellata bentik pada makroalga di perairan Pulau Tidung telah dilakukan pada tanggal 21 September 2014, mengingat lokasi tersebut telah mengalami tekanan dari berbagai aktivitas manusia. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi makroalga Sargassum dan Padina dari rataan terumbu Pulau Tidung, untuk kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik berisi air laut. Setelah itu, untuk melepaskan dinoflagellata bentik dari makroalga, dilakukan proses pengocokan dan penyaringan dengan saringan bertingkat (125μm dan 20μm). Sampel yang telah disaring kemudian diamati dengan Sedgewick rafter cells di bawah mikroskop. Dari hasil penelitian diperoleh sebelas jenis dinoflagellata bentik, dimana enam diantaranya berpotensi menyebabkan CFP yaitu Amphidinium sp., Ostreopsis lenticularis, O. siamensis, Prorocentrum concavum, P. lima, dan P. rhathymum. Jenis-jenis dinoflagellata toksik yang ditemukan mengindikasikan perlunya dilakukan monitoring di perairan Pulau Tidung.Kata kunci : Dinoflagellata bentik, Ciguatera Fish Poisoning, makroalga, Pulau Tidung
KERAGAMAN GASTROPODA YANG MENDAPAT MASUKAN LIMBAH TAHU-TEMPE DI KALI ANCAR Diniarti, Nanda
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ancar is one of the streams that cross the city of Mataram. In the downstream, especially when entering into Kekalik Jaya, Ancar river getting input liquid and solid wastes from the tofu and tempeh home industry. The slightest input on water will affect the biota that inhabit in this gastropoda. This study was to determine the types of gastropods that inhabit the waste input. Sampling was conducted in 2006, 2009 and 2011. The observation area of waste originated in Kekalik Swadaya until Kekalik Gerisak. Gastropods were obtained as much as 6 family and Thiaridae a family with the highest density and appearance in each observation station. Family Thiaridae please waters containing high organic matter.Keywords: Density, gastropods, Ancar river, Thiaridae
Analisis Diagonalisasi Matriks untuk Menentukan Individu ke-n Berdasarkan Peluang Genotip Induk Kaffah, MYakin Silmi
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genetika adalah salah satu cabang dari ilmu biologi yang mempelajari hereditas yaitu penurunan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seiring perkembanagn ilmu pengetahuan para peneliti ingin mendapatkan suatu individu yang unggul dari beberapa generasi suatu individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dari suatu individu jika dilakukan perkawinan hingga generasi ke-n. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan analisis diagonalisasi matriks berdasarkan peluang dari genotip induk suatu spesies. Hal-hal yang berkaitan untuk melakukan diagonalisasi adalah nilai eigen dan vektor eigen dari matriks peluang genotip induk. Hasil yang diperoleh berupa persamaan , dengan demikian dapat diketahui peluang individu pada generasi ke-n ketika limit n menuju tak hingga dengan induk BbLL berupa 0.25 BBLL, 0.5 BbLL, dan 0.5 bbLL. Perhitungan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi MATHEMATICA 6. Kata-kata kunci : Diagonalisasi matriks, limit, genotip
PERKEMBANGAN BERBAGAI TIPE VAKSIN UNTUK MENANGGULANGI PENYAKIT KOI HERPESVIRUS : REVIEW
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koi Herpesvirus (KHV) merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang koi dan karper. Kematian karena KHV tinggi mencapai 80-100%. Penyakit KHV menjadi permasalahan internasional karena menyerang berbagi benua yaitu Benua Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Berbagai cara dikembangkan untuk menanggulangi KHV, diantaranya adalah dengan cara vaksinasi. Tipe-tipe vaksin yang telah dikembangkan diantaranya adalah vaksin KHV hidup yang telah dilemahkan (live attenuated), vaksin KHV yang telah diinaktivasi dalam liposom, vaksin DNA, serta vaksin rekombinan. Berbagai tipe vaksin tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan dalam menanggulangi penyakit KHV. Keywords: KHV, vaksin, penanggulangan
Cyrtosia javanica Blume (Orchidaceae) DI KAWASAN KEBUN RAYA ‘EKA KARYA’ BALI Wibowo, Aninda
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyrtosia javanica Blume tergolong dalam anggrek mycoheterotrophic, tribe Vanilleae. Anggrek tanpa daun dan klorofil ini memerlukan habitat spesifik, sehingga jarang ditemukan. Habitat C. javanica pada tanah berhumus, lembab dan kondisi ternaung. Laporan tentang distribusi C. javanica di Bali belum pernah ditemukan sebelumnya. Penelitian ini melaporkan C. javanica ditemukan di Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali – LIPI. Deskripsi morfologi, perbungaan, habitat, serta foto dilaporkan dengan lengkap. Data tentang keberadaan C. javanica ini menambah informasi tentang jenis anggrek yang terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, khususnya Bali.Kata kunci : Anggrek, Bali, Cyrtosia javanica, Orchidaceae,  Mycoheterotrophic
KERAGAMAN GANODERMATACEAE DARI BEBERAPA KAWASAN HUTAN PULAU LOMBOK Muspiah, Aida; sukiman, sukiman; Rahman, fatur
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ganoderma merupakan salah satu jenis jamur makroskopis yang menjadi  kekayaan hutan Indonesia, sementara laju pengrusakan hutan yang tinggi dapat mengancam kelestarian biota ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Ganodermataceae dari berbagai kawasan hutan Pulau Lombok. Pengambilan sample jamur  dilakukan di enam kawasan hutan yaitu hutan Kerandangan, Pusuk, Nuraksa Sesaot, Lemor, Pergasingan Sembalun dan Gunung Tunak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode jelajah, yaitu membagi daerah penjelajahan menjadi 2-3 jalur penjelajahan dan dilakukan dengan teknik visual sensus. Identifikasi Ganoderma didasarkan pada karakteristik makroskopik, lalu dicocokkan dengan buku-buku identifikasi(profile matching). Hasil penelitian diperoleh 9 spesies Ganoderma, yaitu G. applanatum, G. lucidum, G. adspersum, dan 6 isolat Ganoderma belum teridentifikasi.  Ganoderma applanatum ditemukan tersebar dihampir semua kawasan hutan dipulau Lombok, terkecuali TWR Nuraksa Sesaot dan Bukit Pergasingan Sembalun.Kata kunci: makrofungi, Ganoderma, Pulau Lombok
PERLUNYA PENUNJUKAN KAWASAN KONSERVASI BARU UNTUK MENGANTISIPASI DEGRADASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKIBAT PERUBAHAN RTRW DI KAWASAN WALLACEA (LESSON LEARNT INISIASI PENGUSULAN TAMAN NASIONAL MEKONGGA, SULAWESI TENGGARA) Gunawan, Hendra
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otonomi daerah membawa perubahan yang sangat mendasar pada pengelolaan sumberdaya hutan.  Otonomi daerah menjadi alasan pemekaran wilayah yang berimplikasi pada perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).  Sejak Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang diberlakukan, ada 22 pemerintah provinsi yang mengusulkan perubahan RTRW termasuk perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.  Dari 10 provinsi di wilayah Wallacea (Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulsel, Sulbar, Sultra, Maluku, Maluku Utara, NTB dan NTT), hanya NTB dan Sulsel yang tidak mengusulkan perubahan RTRW.  Sementara NTT masih dalam proses penilaian Tim Terpadu.  Pasca revisi RTRW, luas hutan di wilayah Wallacea berkurang 1.376.227 Ha (6,24%), dari 22.066.089 Ha menjadi 20.689.862 Ha.  Meskipun demikian, luas kawasan konservasi justru bertambah 220.769 Ha (5,42%) yaitu dari 4.070.030 Ha menjadi 4.290.799 Ha.  Walaupun dari luasannya bertambah namun proses perubahan peruntukan kawasan konservasi yang terjadi menyebabkan dampak penting pada habitat, akibat proses-proses perubahan lanskap seperti perforaasi, pemotongan, fragmentasi, penyusutan dan erosi habitat yang berdampak pada penurunan dan kepunahan keanekaragaman hayati dalam jangka panjang.  Untuk itu perlu dipikirkan skema pencegahan kepunahan melalui pembentukan kawasan konservasi baru sebagai pengganti yang rusak dan hilang.  Ada tiga kawasan konservasi baru yang diusulkan di Sulawesi yaitu TN Nantu Boliyohutu, TN. Ganda Dewata dan TN. Mekongga.   Kata Kunci : Otonomi, Wallacea, RTRW, Konservasi, Mekongga, Nantu,  Ganda Dewata
EFEK PENGGUNAAN PROBIOTIK KULTUR CAMPURAN DALAM AIR MINUM TERHADAP KARAKTERISTIK DAN MIKROFLORA USUS AYAM PETELUR Sjopjan, Osfar
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penggunaan probiotik kultur campuran dalam air minum terhadap karakteristik dan mikroflora usus ayam petelur. Materi penelitian ini adalah probiotik kultur campuran yang digunakan terdiri dari dua jenis mikroorganisme yaitu Bacillus spp. dan Lactobacillus sp. dalam bentuk cair. Jumlah Bakteri atau TPC mikroorganisme probiotik kultur campuran yaitu 109 cfu/ml. Media yang digunakan selama penelitian karakteristik probiotik kultur campuran adalah  Nutrient Agar (NA), Trypcase Soy Agar (TSA), deMan Rogosa Sharpe Agar (MRSA) dan deMan Rogosa Sharpe Broth (MRSB). menggunakan ayam petelur periode layer dari strain  Isa Brown sebanyak 128 ekor. Pakan yang digunakan pakan bebas antibiotik yang terdiri dari jagung, bekatul, MBM, PMM, Bungkil Kedelai, DL-Methionine, Mineral, Premix. Variabel yang diteliti pada penelitian karakterisasi probiotik kultur campuran yaitu : uji viabilitas, uji pewarnaan gram dan morfologi, uji ketahanan terhadap kondisi asam, uji ketahanan terhadap garam empedu, uji antagonistik terhadap bakteri patogen dan uji katalase probiotik kultur campuran. Sedangkan variabel yang diteliti pada penelitian evaluasi biologis probiotik yaitu : karakteristik usus (pH, viskositas, panjang dan jumlah vili), mikroflora usus (BAL, Eschericia coli dan Salmonella sp.) Hasil penelitian karakterisasi probiotik menunjukkan bahwa konsorsium mikroorganisme dalam probiotik kultur campuran ini sangat sinergis ditunjukkan oleh viabilitas yang lebih tinggi terhadap asam lambung (pH 2,5-3), garam empedu dan bersifat antagonis terhadap bakteri patogen serta kedua jenis sifat mikroorganime yang berbeda (Bacillus spp. dan Lactobacillus sp. ) pada probiotik kultur campuran dalam mekanisme pembentukan dan penguraian senyawa beracun pada hasil uji katalase menunjukkan bahwa terjadi simbiosis yang menguntungkan dalam saluran pencernaan. Hasil penelitian penambahan probiotik kultur campuran dalam air minum menunjukkan akan semakin meningkatkan viskositas digesta, jumlah dan panjang vili usus halus, meningkatkan mikroorganisme non-patogen (BAL), menurunkan pH, menekan bakteri patogen (Eschericia coli dan Salmonella sp.) (P<0,01). Hasil penelitian dapat disimpulklan bahwa Probiotik kultur campuran dalam air minum dapat meningkatkan karaktersitik dan mikroflora usus ayam petelur.Â