Tujuan penelitian adalah untuk memetakan proses implementasi Sistem Manajemen Terpadu (SMT) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SIP menghadapi dinamika perubahan ke arah sentralistik. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan berbasis risiko dan pemetaan kesesuaian klausul standar terhadap pengendalian Sistem Intern Pemerintah Manajemen Terpadu (SIPMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sistem manajemen ini menghadapi tantangan terkait dengan harmonisasi dan penerapan yang efektif di lingkungan BPOM. Pemetaan persyaratan standar terhadap klausul 6 (perencanaan) dan klausul 8 (operasional) dari SIPMT menunjukkan kebutuhan akan struktur dokumentasi dan pengelola yang jelas. Identifikasi hambatan dalam penerapan SIPMT dan harmonisasi operasional menjadi kunci untuk mencapai perbaikan berkelanjutan sesuai dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action). Struktur informasi terdokumentasi SIPMT dan matriks kesesuaian integrasi menjadi alat penting dalam mengatasi tantangan ini. Simpulan, bahwa integrasi berbagai sistem manajemen dan pengendalian internal di BPOM memerlukan pendekatan yang terkoordinasi dan sistematis. Penguatan struktur pengelola, serta identifikasi dan penanganan hambatan penerapan, sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan memastikan hasil yang bernilai tambah bagi pemangku kepentingan. Kata Kunci: BPOM, Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO, Pengendalian Internal, SIPMT, PDCA, Pemetaan Kesesuaian.
Copyrights © 2024