Dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, Pemerintah Pusat telah menetapkan program wajib belajar 12 tahun sejak Juni 2015. Dengan diberlakukannya program tersebut, maka setiap anak Indonesia wajib bersekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) atau sederajat, sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Hal ini memunculkan paradigma pada sebagian besar siswa yang berpikir bahwa tujuan mereka bersekolah hanya supaya mereka bisa lulus dan mendapatkan ijazah (certificate-oriented). Akibatnya mereka tidak belajar dengan sungguh-sungguh selama proses pendidikan dan banyak lulusan yang tidak memiliki kualitas. Strategi kepemimpinan Kepala Sekolah sangat diperlukan untuk mengubah paradigma tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam mengubah paradigma certificate-oriented yang masih dimiliki oleh sebagian besar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kritis. Untuk mengubah paradigma certificate-oriented, strategi yang digunakan oleh Kepala Sekolah adalah dengan melaksanakan berbagai program non akademik, yaitu pembelajaran kewirausahaan, kelas berbicara Bahasa Inggris, kegiatan ekstrakurikuler dan klub sesuai minat siswa seperti coding, cooking class, desain grafis, public speaking, fotografi, basket, sepak bola dan lain-lain.
Copyrights © 2023