JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021

PERENCANAAN JEMBATAN KABEL UNTUK PEJALAN KAKI DENGAN PANJANG 379 METER

Antonius Giovanni Soewarno (Unknown)
Elvira Elvira (Unknown)
Yoke Lestyowati (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Feb 2022

Abstract

Jembatan merupakan suatu struktur yang menghubungkan dua buah wilayah yang terpisah karena adanya rintangan, seperti: lembah, sungai, laut, dan lain sebagainya. Di kota Pontianak sendiri, jembatan memegang peranan yang sangat penting untuk menyambungkan dua wilayah yang terpisahkan oleh Sungai Kapuas. Kondisi geografis Kota Pontianak yang dilalui oleh tiga sungai besar, secara alami membutuhkan pembangunan jembatan untuk memudahkan aktivitas warga Pontianak. Sebagai kota bisnis dan perdagangan, kondisi kota Pontianak sebenarnya juga sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Menilik fakta bahwa destinasi wisata di kota Pontianak masih sangat sedikit, maka rencana pembangunan jembatan sebagai salah satu upaya menciptakan destinasi wisata baru di Pontianak merupakan hal yang cukup berpotensi. Penelitian ini akan membahas tentang perencanaan jembatan kabel untuk pejalan kaki di atas Sungai Kapuas, dengan harapan agarĀ  jembatan ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Pontianak. Perencanaan jembatan ini menggunakan metode LRFD dan kombinasi pembebanan dari SNI-1725-2016, RSNI-T-03-2005 dan RSNI-T-12-2004. Perencanaan jembatan ini juga menggunakan program SAP2000 sebagai program bantu untuk mendapatkan gaya dalam yang terjadi pada struktur jembatan. Jembatan yang direncanakan ini merupakan jembatan untuk pejalan kaki dengan lebar 3 m dengan tinggi ruang bebas jembatan 11 m. Geometri jembatan akan berbentuk S dengan struktur cable-stayed di tengah bentang.Kata Kunci : jembatan kabel, pejalan kaki, SNI-1725-2016, SAP2000.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...