JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024

EVALUASI KERAPATAN JARINGAN ALAT PENGUKUR HUJAN DENGAN METODE KRIGING DI SUB-DAS LANDAK

Iswara, Mirandi Aldino (Unknown)
Yulianto, Eko (Unknown)
Umar, Umar (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Jun 2024

Abstract

Distribusi lokasi dan jumlah stasiun hujan akan mewakili kejadian serta menunjukkan keakuratan informasi analitis di suatu area. Hingga kini, permasalahan ini kurang mendapat perhatian. Mengingat akan hal itu, maka perlu dilaksanakan evaluasi serta rekomendasi jaringan stasiun pengamat hujan yang efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan pada Sub-DAS Landak dengan luas 8.580,92 Km2 menurut standar WMO, Kagan-Rodda dan Varshney yang kemudian dievaluasi dengan metode Kriging. Analisa Kriging bertujuan untuk melihat besarnya nilai eror dan curah hujan prediksi sebagai acuan data untuk stasiun hujan rekomendasi. Analisa kerapatan jaringan eksisting didasarkan pada standar WMO untuk kategori dataran mediteran sedang, di mana hanya 4 dari 7 stasiun yang memenuhi tipe ideal. Analisa rekomendasi I dengan metode Kagan-Rodda menghasilkan 29 stasiun baru. Analisa metode Varshney menghasilkan 2 rekomendasi dengan rekomendasi II 5 stasiun baru, sedangkan rekomendasi III 2 stasiun baru. Analisa evaluasi Kriging menunjukkan nilai eror yang lebih kecil untuk stasiun hujan yang direkomendasi dibandingkan dengan yang ada, sedangkan tingkat kesalahan relatif terletak pada rekomendasi I yaitu 3,4%. Hasil analisa menurut standar WMO rekomendasi I masuk ke dalam kondisi ideal tidak efektif karena terlalu rapat dengan luasan rerata antar stasiun 238,29 Km2/stasiun, rekomendasi II dan III masuk ke dalam kategori ideal dan normal.Kata Kunci:, Kriging, Kagan, Stasiun Hujan, Varshney, WMO.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...