Saat ini, teknologi survei dan pemetaan untuk akuisisi data berkembang dengan pesat. Seseorang dapat memperoleh ribuan hingga jutaan titik koordinat yang merepresentasikan bentuk suatu permukaan dalam satu pengukuran dengan menggunakan berbagai sensor. Perkembangan teknologi tersebut sangat bermanfaat untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk keperluan pelestarian warisan budaya. Penelitianini bertujuan untuk melakukan akuisisi data bentuk Gua Pawon dan Stone Garden menggunakan multi-sensor yang dapat mendukung pelestarian cagar budaya di Bukit Pawon Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan di kawasan Bukit Pawon, Jawa Barat dengan memanfaatkanteknologi geospasial, antara lain Terrestrial Laser Scanner (TLS), Handheld Laser Scanner (HLS), dan Airborne Laser Scanner (ALS). Data yang dihasilkan dari akusisi multi-sensor berupa point cloud. Dapat disimpulkan bahwa TLS mampu memperoleh sebagian besar area Gua Pawon dan Taman Batu secara terestris, dan HLS dapat digunakan untuk memindai area yang luput dari pemindaian TLS. Melalui udara, ALS mampu untuk memperoleh bentuk Taman Batu secara keseluruhan dengan dibantu UAV Fotogrametri untuk proses pewarnaan point cloud. Kata kunci:TLS, HLS, ALS, UAV fotogrametri, point cloud
Copyrights © 2022